Prestasi Guru Kesenian SMA Budi Mulia Bogor
Friday, 10 July 2009 15:02
Admin
Keberhasilan Ade Suarsa yang terpilih sebagai pemuda pelopor tingkat Nasional dibidang Seni dan Budaya merupakan kebanggaan bagi pemerintah Kota Bogor. Sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor, kepada warganya yang berprestasi Plh (Pelaksana Harian) Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan memberikan uang kedeudeuh sebesar Rp 2,5 juta kepada Ade Suarsa. Penyerahan uang kadeudeuh di serahkan pada apel Kesadaran Nasional dilingkungan Pemerintah Kota Bogor yang dipusatkan di Halaman Balaikota Bogor, Senin Kemarin(17/11).
Plh Sekdakot Bogor Bambang mengingatkan, kepada Ade Suarsa dengan keberhasilan yang telah dicapainya untuk tidak menjadikan sombong. Justru, sebaliknya saya mengharapkan penghargaan ini akan memicu semangat tambahan untuk berbuat lebih banyak lagi, dalam memajukan seni dan budaya tradisional khususnya seni budaya sunda di Kota Bogor.
Selain itu Bambang juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemuda – pemuda lain di Kota Bogor untuk melakukan hal-hal yang serupa yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Bogor.
Menurut Bambang, penghargaan yang diterima oleh Ade Suarsa pada tahun ini merupakan penghargaan yang juga pernah diterima pemuda lain dari Kota Bogor pada tahun 2007 lalu, yakni diraih oleh sdr Nurdin dari Kelurahan Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah yang telah berhasil meraih juara 1 pemuda pelopor tingkat Nasional dalam bidang kewirausahaan.
“Mudahan-mudahan yang diraih oleh dua pemuda dari Kota Bogor ini menjadi indikator yang baik bahwa pembinaan kepemudaan di Kota Bogor telah berjalan dengan baik, “ ungkap Bambang.
Seperti diberitakan sebelumnya Ade Suarsa warga Kampung Wangun RT 02/04 kelurahan Sindang Sari Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor dianugrahkan sebagai pemuda pelopor tingkat Nasional dalam bidang Seni dan Budaya Penghargaan pemuda pelopor tersebut diserahkan Menpora Adyaksa Dault yang dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 80 di Jakarta, Selasa 20 Oktober lalu.
Ade yang sehari-harinya berprofesi guru Seni Tradisional di SMA Budi Mulia Bogor terpilih sebagai pemuda pelopor tingkat Nasional karena kretivitasnya menciptakan sebuah garapan seni Lodong Bogoran.
Garapan seni lodong Bogor ciptaan Ade Suarsa ini sudah sering dipentaskan dalam berbagai event baik di tingkat Kota Bogor Jawa Barat maupun Nasional seperti pada pembukaan grand final Bintang Radio tahun 2008, di Plaza Balaikota Bogor, Hari Jadi Bogor ke 526 di Gedung Kemuning Gading, dan pembukaan Apeksi tingkat Nasional di Solo. Sebagai pelath seni Ade pun telah mencetak rekor MURI dalam rampak suling sunda terbanyak pada tanggal 2 September 2007
Ade Suarsa pencipta seni Lodong Bogoran mengatakan, obsesi dirinya menciptakan sebuah garapan seni lodong bogorran sudah lama sekitar lima tahun lalu. “Saya selalu teringat di Kampung halaman mendengar suara-suara bambu yang tertiup oleh angin “ ujar Ade
Terimpirasi oleh suara-suara bambu dirinya berobsesi membuat sebuah garapan seni, meskipun sudah ada alat-alat seni yang terbuat dari bambu, seperti alat seni angklung, dan calung. ”Dalam benak pikiran saya bagaimana kalau membuat lodong dari bambu, ” tutur Ade.
Sumber : Kota Bogor
|
Australia Ramaikan Edufair SMA Budi Mulia
Friday, 10 July 2009 15:00
Admin
Sediktinya 38 perguruan tinggi dan agen pendidikan dalam dan luar negeri meramaikan Edu Fair alias pameran pendidikan yang dilaksanakan SMA Budi Mulia, Sabtu (1/11).
Perguruan tinggi dan lembaga pendidikan laur negeri yang ikut berpartisipasi dalam Edu Fair antara lain, Australian Catholic University (ACU) National, Australian Education Centre, Light House, Ritsumeikan Asia Pacific University, dan berbagai agen pendidikan lainnya.
Sementara perguruan tinggi di dalam negeri yang ikut ambil bagian diantaranya, IPB, STT Telkom, Politeknik Telkom, Trisakti, Atma Jaya, Ukrida, Universitas Pelita Harapan, Binus Internasional, Untar, Universitas Gunadarma, serta berbagai pergruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya.
Kepala SMA Budi Mulia, Br. Alexius Kasta Ginting mengatakan, SMA Budi Mulia sengaja menyelenggarakan Edufair sebagai sarana bagi siswa, orangtua siswa, dan berbagai pihak lainnya untuk memperoleh informasi tentang pendidikan di perguruan tinggi.
“Melalui kesempatan Edufair, siswa dapat memperoleh informasi pendidikan di perguruan tinggi yang ada di tanah air maupun luar negeri, sehingga ketika selesai nanti, para siswa tidak bingung lagi untuk memilih perguruan tinggi yang mereka inginkan,” ujar Br. Alexsius.(rid)
Dia menambahkan, para siswa dan orang tua siswa dapat bertanya langsung tentang kiat-kiat masuk perguruan tinggi serta program-program unggulan yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi.
“Kita juga mendapatan bantuan buku dari Amerika seperti buku geografi, tata pemerintahan, sisten perekonomian, petunjuk jurnalisme remaja, 25 kisah sukses, dan berbagai judul buku lainnya. “Buku-buku tersebut akan dibagikan kepada pengunjung,” tandas Br. Alexius.
Sementara itu, ketua panitia Edufair, Veronica Sudaryati mengatakan, kegiatan ini untuk membantu para siswa dan orangtuanya agar tidak salah dalam memilih perguruan tinggi. “Sekitar 90 persen siswa SMA Budi Mulia melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Karena itu, kami merasa memiliki tanggungjawab moral untuk membantu mereka agar tidak bingung memilih,” katanya.
Dia menambahkan, banyak program unggulan dan program beasiswa yang ditawarkan perguruan tinggi, tetapi karena keterbatasan informasi, sehingga tidak semua program tersebut diketahui siswa. “Melalui Edufair ini, perguruan tinggi akan mempromosikan programnya, termasuk beasiswa yang ditawarkan kepada calon mahasiswa baru sehingga para siswa dapat mengetahuinya,” kata Veronica seraya menambahkan, perguruan tinggi yang ikut Edufair sebanyak 31 ditambah tujuh lembaga pendidikan.
Sumber : Radar Bogor
Last Updated on Friday, 10 July 2009 15:04
Tawarkan Beasiswa dan Kemudahan Kuliah di ACU. Australia Lirik SMA Budi Mulia
Friday, 10 July 2009 14:56
Admin
Tak hanya sekolah negeri saja yang melakukan perluasan jaringan dengan cara melakukan kerjasama bidang pendidikan dengan sekolah dan perguruan tinggi favorit di luar negeri. Tetapi sekolah swasta pun tak mau ketinggalan. Salah satu sekolah swasta yang mengikuti jejak sekolah negeri untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri adalah SMA Budi Mulia.
Sekolah yang siswanya mayoritas keturunan Tionghoa itu menjalin kerjasama dengan Australian Chatolic University (ACU). “SMA Budi Mulia mendapat tawaran kerjasama dari ACU karena dinilai sukses menyelenggarakan pendidikan dan tak sepi dari prestasi,” ujar Kepala SMA Budi Mulia, Br Alex Kasta Ginting kepada Radar Bogor, kemarin.
Dia menjelaskan, melalui kerjasama tersebut, maka alumni SMA Budi Mulia akan dimudahkan untuk masuk di ACU. Tak hanya itu, pihak ACU akan menyiapkan native speaker untuk peningkatan kualitas pendidikan di SMA Budi Mulia, utamanya penguasaan bahsa asing secara baik dan benar. “Kerjasama ini bisa menggenjot motivasi guru untuk terus mengembangkan dirinya dalam rangka mencetak siswa-siswa berprestasi demi peningkatan mutu dan kualitas pendidikan,” katanya.
Lebih jauh Alex menjelaskan, kerjasama ini merupakan langkah awal menuju sekolah bertaraf international (SBI). Menurutnya, SBI tak mesti dilihat dari labelnya, tetapi yang terpenting adalah kualitas peserta didiknya. “Label tak penting, sebab yang lebih penting adalah kualitasnya siswa,” katanya.
Sementara itu, marketing DK Science dan Learning, Jo Ferry yang merupakan agen ACU untuk Indonesia menyatakan, ACU melirik SMA Budi Mulia karena memenuhi syarat yang ditentukan oleh ACU. “Kita melakukan seleksi terhadap sekolah-sekolah yang dinilai layak diajak kerjasama dan SMA Budi Mulia merupakan salah satu sekolah yang memenuhi syarat,” kata Jo Ferry.
Dia menambahkan, syaratnya antara lain, ketersediaan sarana dan prasarana, prestasi sekolah, jumlah siswa, dukungan orang tua dan lingkungan terhadap sekaolah, serta masih banyak lagi yang menjadi bahan pertimbangan. “Manfaat kerjasama ini adalah untuk memberikan kemudahan kepada alumni SMA Budi Mulia untuk melanjutkan pendidikannya di ACU, dan disediakan beasiswa bagi mereka yang berprestasi,” katanya.
Sabtu (11/9), SMA Budi Mulia melakukan penyambutan khusus dan meresmikan kerjasama dengan ICU. Peresmian tersebut dihadiri sedikitnya 400-an orangtua siswa. “Kerjasama ini sangat bagus sebab dapat memompa semangat siswa untuk terus belajar agar bisa kuliah di luar negeri,” ujar salah satu orangtua siswa, Agustinus. (rid)
Sumber : Radar Bogor
SMA Budi Mulia, Konsisten Mendidik Kejujuran Siswa
Friday, 10 July 2009 14:42
Admin
Bogor - Kepala SMA Budi Mulia Br. Alex Kasta Ginting S.FK., mengatakan bahwa layanan informasi dengan menggunakan Sistem Pelayanan Informasi Sekolah (SPIS) dapat diketahui orangtua murid hanya lewat Short Massages Service (SMS) ke nomor yang telah ditentukan. “Ini salah satu bentuk pembinaan kejujuran anak sedini mungkin. Dan kami konsisten melakukannya,” ucap Alex kepada Jurnal Bogor, belum lama ini.
Menurut dia, kemudahan tersebut merupakan salah satu upaya pemberian layanan informasi cepat dari sekolah kepada orangtua siswa secara serentak dan benar. “Dengan begitu, orangtua dapat memantau sejauhmana perkembangan anaknya,” ungkapnya. Program SMS SP,IS ini, lanjut Alex, menjadi satu terobosan dunia pendidikan di Kota Bogor. “Ini program baru di bidang pendidikan yang ada di Kota Bogor,” terangnya.
Selain itu, lanjut Alex, pemberian sejumlah beasiswa kepada murid-murid berprestasi untuk mengenyam pendidikan di Australia Catholic University (ACU) juga sangat membantu. “Ini satu peluang bagi kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Budi Mulia. Oleh sebab itu, kesempatan yang ada di depan mata tak akan kami sia-siakan,” jelasnya. Di samping memberikan bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi, ACU juga mengirimkan native speaker ke SMA Budi Mulia. Alex menilai bahwa ini saatnya SMA Budi Mulia berbenah dan siap tinggal landas. “Untuk menyiptakan sekolah berkualitas, sumberdaya manusianya juga harus berkualitas,” sambungnya.
Untuk itulah, tambah Alex, pihak sekolah akan mengundang orangtua murid guna menyosialisasikan sejumlah program yang telah dicapai. “Program ini harus segera diketahui orangtua murid. Karena dua kerjasama yang akan kami tandatangani ini harus mendapat persetujuan orangtua murid,” pungkasnya.
Sumber : Jurnal Bogor
Last Updated on Friday, 10 July 2009 14:59
|
|